Rindu Oleh Tita Magdalena Tampomas Semarang
Rindu
Aku rindu kamu.
Bukan...
Mungkin saya sedang rindu hidup ku yang dulu.
Di daerah aneh yang disaat final kurasa menghangat.
Tempat aneh yang mulai melukis garis zona nyaman buatku.
Rindu di daerah itu membungkusku dengan rasa dingin.
Tapi kenapa tiap kuingat hidup kemudian milikku itu yang terlintas hanya kamu?
Setiap detail kecil kenangan ketika kita bersama.
Aku tak pernah terbiasa dengan rentang jarak ini.
Aku membenci putaran waktu yg bergulir terlalu cepat memisahkan kita.
Termiliki namun jauh darimu terkadang mengikis sadarku.
Membujuk logikaku untuk berhenti berjuang untuk dapat berkata "selamanya" bersamamu
Bukan...
Mungkin saya sedang rindu hidup ku yang dulu.
Di daerah aneh yang disaat final kurasa menghangat.
Tempat aneh yang mulai melukis garis zona nyaman buatku.
Rindu di daerah itu membungkusku dengan rasa dingin.
Tapi kenapa tiap kuingat hidup kemudian milikku itu yang terlintas hanya kamu?
Setiap detail kecil kenangan ketika kita bersama.
Aku tak pernah terbiasa dengan rentang jarak ini.
Aku membenci putaran waktu yg bergulir terlalu cepat memisahkan kita.
Termiliki namun jauh darimu terkadang mengikis sadarku.
Membujuk logikaku untuk berhenti berjuang untuk dapat berkata "selamanya" bersamamu
Cepatlah kembali,
Jemput saya dan bawa saya disisimu.
Karena tempatku bukan lagi rumah untuk hatiku.
Dan sekarang genggammu ialah anutan darah yang menjagaku tetap hidup.
Sumber http://www.satubahasa.com
Jemput saya dan bawa saya disisimu.
Karena tempatku bukan lagi rumah untuk hatiku.
Dan sekarang genggammu ialah anutan darah yang menjagaku tetap hidup.
Post a Comment for "Rindu Oleh Tita Magdalena Tampomas Semarang"